Aku gembira menemukan namaku dalam deretan peserta upacara
memperingati Sumpah Pemuda, tadi pagi. Lihatlah langkahku yang begitu semangat
berjalan ke tempat upacara. Kebetulan cuaca adem, cenderung mendung setelah dini
hari tadi diguyur hujan. Aku berdiri khidmat, berdiri di barisan kedua dari
depan. Hari ini, aku ingin larut dalam semangat Sumpah Pemuda.
Ruh nasionalismeku menemukan titik haru ketika Merah Putih dikibarkan, Indonesia Raya dinyanyikan, pembukaan UUD 1945 dibacakan dan keputusan Kongres pemuda 1928 diikrarkan kembali.
Semangatku
menggelegak kembali.
Inilah aku, salah satu generasi muda bangsa ini, berdiri
di bawah kibaran Merah Putih. Aku memang bukan pemuda (pemudi) terbaik,
alih-alih berprestasi tinggi, tetapi aku tetaplah pemudi Ibu pertiwi yang baik.
Anak negeri yang selalu ingin mengabdi pada
tanah air, berbuat baik pada sesama dan ikut melunasi janji kemerdekaan walau
dengan sekecil apapun peranan.Jadi, mari kita berikrar sekali lagi:
“ Kami putera dan puteri Indonesia mengaku, bertumpah
darah yang satu, tanah Indonesia
“Kami putera dan puteri Indonesia mengaku, berbangsa
yang satu, bangsa Indonesia”
“Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa
persatuan, bahasa Indonesia”
- Kami adalah
generasi baru, pewaris sah Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- Kami adalah
generasi baru, yang menolak untuk hidup dan tumbuh dengan rasa takut. Kami
memilih menjadi pemberani.
- Kami adalah
generasi baru, yang percaya setiap kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan
baru. Karena itu, kami akan berusaha untuk memutus rantai kekerasan melalui
karya kemanusiaan di mana pun kami berada.
- Kami adalah
generasi baru, yang percaya penuh dengan prinsip demokrasi, kemanusiaan,
kesetaraan, dan saling menghormati. Karena itu, kami menolak segala bentuk
diskriminasi.
- Kami adalah
generasi baru, yang akan membangun sebuah bangsa dan negara yang bermartabat
dan terhormat, mampu mempersatukan Indonesia, melindungi hak-hak individu,
berdiri di atas semua golongan, serta memuliakan manusia-manusia yang menjadi
rakyatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar