Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 21 Oktober 2014

Terima Kasih Pak SBY



Kemarin, 20 Oktober 2014 Indonesia mengukir sejarah baru.
Peralihan kekuasaan, pergantian pucuk pimpinan tertinggi.
Pelantikan presiden ketujuh, lepas sambut tanggung jawab mengelola negeri.
Rakyat larut dalam euforia.
Sementara aku hanyut dalam haru biru melepaskan yang pergi.


Terima kasih pak SBY, untuk 10 tahun pengabdian.
Bapak telah mmepersembahkan yang terbaik untuk rakyat dan negara ini.
Engkau telah berusaha meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran negeri ini.


10 tahun bukan waktu yang singkat.
Itu adalah rentang waktu yang panjang untuk sebuah kepemimpinan.  
Bapak telah sekuat tenaga mencerahkan wajah Indonesia.
Kami mengapresiasi dedikasimu untuk negeri ini.
Bapak telah memimpin  dengan segenap kelebihan dan kekurangan.
Tentu bukan hal yang mudah memimpin Indonesia yang penuh warna dengan beragam gejolak. Sebagai manusia tentu saja Bapak memiliki banyak kekurangan.
Beberapa kalangan bersuara sumbang atas kekuranganmu.
Tetapi ada lebih banyak orang yang mengapresiasi keberhasilan dan kerja keras Pak SBY.
Dan kemarin aku menyaksikan betapa Pak SBY dicintai oleh rakyatnya.


Selamat beristirahat, Pak SBY.
Meski kami tahu engkau tidak sepenuhnya beristirahat.
Kami tahu bapak akan terus berkarya unntuk negara tercinta ini.
Kami tahu Bapak masih dan akan terus memikirkan negeri ini.
Kini Bapak kembali pada rakyat sebagai rakyat.
Kini Bapak punya waktu seutuhnya bersama keluarga.
Semoga penuh kebahagiaan ya, Pak.
Dan jangan pernah lupakan keluarga besar Indonesia yang selalu mencintaimu.


Selamat bekerja Presiden Joko Widodo.
Rakyat mempercayakan Bapak untuk menakhkodai negeri ini.
Harapan-harapan tinggi disampirkan di bahumu.
Kami menunggu pembuktian janji-janjimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar