Kemarin, 20 Oktober 2014 Indonesia mengukir sejarah baru.
Peralihan kekuasaan,
pergantian pucuk pimpinan tertinggi.
Pelantikan presiden
ketujuh, lepas sambut tanggung jawab mengelola negeri.
Rakyat larut dalam
euforia.
Sementara aku hanyut
dalam haru biru melepaskan yang pergi.
Terima kasih pak SBY,
untuk 10 tahun pengabdian.
Bapak telah
mmepersembahkan yang terbaik untuk rakyat dan negara ini.
Engkau telah berusaha
meningkatkan kesejahteraan
dan kemakmuran negeri ini.
10 tahun bukan waktu
yang singkat.
Itu adalah rentang
waktu yang panjang untuk sebuah kepemimpinan.
Bapak telah sekuat
tenaga mencerahkan wajah Indonesia.
Kami mengapresiasi
dedikasimu untuk negeri ini.
Bapak telah
memimpin dengan segenap kelebihan dan
kekurangan.
Tentu bukan hal yang
mudah memimpin Indonesia yang penuh warna dengan beragam gejolak. Sebagai
manusia tentu saja Bapak memiliki banyak kekurangan.
Beberapa kalangan
bersuara sumbang atas kekuranganmu.
Tetapi ada lebih
banyak orang yang mengapresiasi keberhasilan dan kerja keras Pak SBY.
Dan kemarin aku menyaksikan betapa Pak SBY dicintai oleh
rakyatnya.
Selamat beristirahat, Pak SBY.
Meski kami tahu engkau tidak sepenuhnya beristirahat.
Kami tahu bapak akan terus berkarya unntuk negara tercinta ini.
Kami tahu Bapak masih dan akan terus memikirkan negeri ini.
Kini Bapak kembali pada rakyat sebagai rakyat.
Kini Bapak punya waktu seutuhnya bersama
keluarga.
Semoga penuh kebahagiaan ya, Pak.
Dan jangan pernah lupakan keluarga besar
Indonesia yang selalu mencintaimu.
Selamat bekerja Presiden Joko Widodo.
Rakyat mempercayakan Bapak untuk menakhkodai negeri ini.
Harapan-harapan tinggi disampirkan di bahumu.
Kami menunggu pembuktian janji-janjimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar