Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 09 Desember 2014

Menjelang Akhir Desember



2014 sudah menapaki Desember. Selalu tersentak ketika tiba di Desember. Hah? Sudah Desember lagi? Dan Pertanyaan paling menohok di bulan Desember adalah, apakah pencapaian terbaikmu tahun ini? Atau apakah tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya? Pertanyaan yang menggiring ingatan pada coretan-coretan harapan di buku harian ketika awal Januari. Apakah harapan selaras kenyataan? Apakah mimpi diikuti oleh aksi? Ataukah ia hanya sekedar coretan di atas kertas yang setiap akhir tahun dibaca ulang dengan penuh helaan napas panjang?
Kuakui tidak ada pencapaian terbaik tahun ini. Aku justru merasakan kemunduran. Tenggelam dalam pekerjaan yang juga nyaris menenggelamkan semua impian. Dengan kondisi seperti ini, aku tidak berani menuliskan apapun lagi dalam resolusi tahun baru. Lima belas tahun  mengulang kalimat yang sama, mulai merasa jenuh. Tidak ada daya pengungkit yang jitu untuk membangkitkan semangat dan tekadku.
Lalu, aku harus bagaimana? Teruslah bermimpi. Seperti kata Arai dalam Laskar Pelangi “Bermimpilah. Karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar