Aku selalu menantimu dari
matahari di timur, matahari di barat, hingga terbit lagi.
Aku telah melewati musim yang
berganti berulang kali.
Tapi kau tak pernah hadir di
sini.
Kini setelah sepuluh tahun
kulewati, aku tak yakin lagi.
Bahkan pada hatiku
sendiri (Marsela)
Siapakah kita, ketika pada
akhirnya sejarah telah bicara.
Bahkan, sungai bisa saja
berubah muara.
Sekuat apapun aku bertahan,
sepuluh tahun telah mengubah banyak hal.
Dan nyatanya, keadaan memang
tak lagi sama. (Juanito)
Kalimat-kalimat di atas (yang
tertera di sampul belakang) merupakan salah satu daya tarik untuk membaca buku
ini. Penasaran, aku pun membuka lembar demi lembar dan tidak bisa berhenti
membacanya. Kisah dengan setting Timor Leste ini menceritakan
persahabatan Marsela dan Juanito yang bertetangga sejak kecil. Persahabatan
yang kemudian menumbuhkan benih-benih cinta. Mereka telah menyusun rencana dan
impian untuk masa depan. Tetapi, situasi politik yang bergejolak di tanah Lorosae membuat
semua impian itu berantakan. Keduanya terpisahkan oleh keadaan. Marsela dan
ayahnya mengungsi, meninggalkan tanah kelahirannya, dan juga Juanito yang
berjanji menjemputnya.
Sepuluh tahun di pengungsian.
Sepuluh tahun penantian. Juanito tidak kunjung datang. Hingga ayahnya
meninggal. Marsela kemudian tinggal berdua dengan Lon, anjing tua pemberian
Juanito. Di sisi lain, ada Randu (pemuda yang dekat dengan ayahnya) yang berusaha menemani dan melindunginya meskipun
Marsela selalu menjaga jarak. Randu juga kemudian yang menemani Marsela pulang
ke tanah kelahirannya. Dan di sana, ia melihat keadaan yang sangat jauh
berubah, termasuk Juanito.
Novel ini bukan saja
menceritakan kisah cinta yang terpisahkan, tetapi juga mengajak kita membaca
kembali sejarah, ketika Timor Timur akhirnya berpisah dari Indonesia.
Di
Tepi Sungai Gleno
Mencarimu, menuruni lembah di
Ermera
dan berlari membelah kebun
kopi
aku melawan arah angin
yang menampar-nampar sabana
dan stepa
yang menguning
lalu, aku berdiri di sini, di
tepi sungai Gleno
Menulis puisi tentang tanah
kita
tentang mimpiku
tentang mimpimu
tentang kita
tentang
secangkir kopi Ermera
dan
rasa yang tersimpan
Judul : Always be in Your Heart (Pulang ke Hatimu)
Pengarang : Shabrina WS
Penerbit : Mizan Pustaka / Qanita Romance
Cetakan : I, Februari 2013
Tebal : 236 halaman
Judul : Always be in Your Heart (Pulang ke Hatimu)
Pengarang : Shabrina WS
Penerbit : Mizan Pustaka / Qanita Romance
Cetakan : I, Februari 2013
Tebal : 236 halaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar