Wikipedia

Hasil penelusuran

Rabu, 21 Agustus 2013

'Always be in your heart'

Always Be In Your Heart (Pulang ke Hatimu)


Aku selalu menantimu dari matahari di timur, matahari di barat, hingga terbit lagi.
Aku telah melewati musim yang berganti berulang kali.
Tapi kau tak pernah hadir di sini.
Kini setelah sepuluh tahun kulewati, aku tak yakin lagi.
Bahkan pada hatiku sendiri      (Marsela)

Siapakah kita, ketika pada akhirnya sejarah telah bicara.
Bahkan, sungai bisa saja berubah muara.
Sekuat apapun aku bertahan, sepuluh tahun telah mengubah banyak hal.
Dan nyatanya, keadaan memang tak lagi sama. (Juanito)

                Kalimat-kalimat di atas (yang tertera di sampul belakang) merupakan salah satu daya tarik untuk membaca buku ini. Penasaran, aku pun membuka lembar demi lembar dan tidak bisa berhenti membacanya. Kisah dengan setting  Timor Leste ini menceritakan persahabatan Marsela dan Juanito yang bertetangga sejak kecil. Persahabatan yang kemudian menumbuhkan benih-benih cinta. Mereka telah menyusun rencana dan impian untuk masa depan. Tetapi, situasi politik yang bergejolak di tanah Lorosae membuat semua impian itu berantakan. Keduanya terpisahkan oleh keadaan. Marsela dan ayahnya mengungsi, meninggalkan tanah kelahirannya, dan juga Juanito yang berjanji menjemputnya.
                Sepuluh tahun di pengungsian. Sepuluh tahun penantian. Juanito tidak kunjung datang. Hingga ayahnya meninggal. Marsela kemudian tinggal berdua dengan Lon, anjing tua pemberian Juanito. Di sisi lain, ada Randu (pemuda yang dekat dengan ayahnya) yang  berusaha menemani dan melindunginya meskipun Marsela selalu menjaga jarak. Randu juga kemudian yang menemani Marsela pulang ke tanah kelahirannya. Dan di sana, ia melihat keadaan yang sangat jauh berubah, termasuk Juanito.
                Novel ini bukan saja menceritakan kisah cinta yang terpisahkan, tetapi juga mengajak kita membaca kembali sejarah, ketika Timor Timur akhirnya berpisah dari Indonesia.

             Di Tepi Sungai Gleno
Mencarimu, menuruni lembah di Ermera
dan berlari membelah kebun kopi
aku melawan arah angin
yang menampar-nampar sabana dan stepa
yang menguning
lalu, aku berdiri di sini, di tepi sungai Gleno
Menulis puisi tentang tanah kita
tentang mimpiku
tentang mimpimu
tentang kita
tentang
secangkir kopi Ermera
dan
rasa yang tersimpan



Judul           : Always be in Your Heart (Pulang ke Hatimu)
Pengarang : Shabrina WS
Penerbit     : Mizan Pustaka / Qanita Romance
Cetakan      : I, Februari 2013
Tebal           : 236 halaman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar