KABAR DARI HELSINSKI
Genderang
perang berhenti ditabuh di ujung barat Sumatera
Regukan
kasih mengalir dari Helsinski
Hitam
di atas putih!
Hitam
di atas putih!
Tak peduli dengan tinta emas atau perak
Ayat-ayat
damai ditulis.
Di
atas lempengan emas atau tembaga
Ayat-ayat
damai dilukis.
Perang
berakhir
Akhirkan
jua permusuhan
Musnahkan
dendam yang kukuh bersemayam
Campakkan
ke Selat malaka segala kebencian
Biarkan
keganasan menjadi penghuni Samudra Hindia.
Dari
Helsinski terkabar asa.
Hitam
diatas putih
Rangkul
kembali cinta
Dekap
damai selamanya.
Rapai
ditabuh
Songsong
berlabuh sang damai
Hitam
diatas putih di Helsinski
Dihembus
angin ke penjuru Nanggroe
Alunannya
lembut memukau.
Banda Aceh, 15 Agustus 2005
DAMAI BERSELIMUT KABUT
Aku
melihatnya dari balik awan
Dilingkupi
kabut tipis
Samar
bendera damai dipancangkan
Sayup
lagu damai didendangkan
Aneka
poster di pinggir jalan
Bersatu
dalam slogan “Damai Abadi”
Masih
dari balik awan berselimut kabut
Kusaksikan
mereka berangkulan
Memupus
kebencian, mengubur dendam
Seiring
senjata yang dimusnahkan
Seiring
tentara yang dipulangkan.
Kini
setahun usia damai itu.
Kusingkap
kabut berpijak pada kenyataan
Duhai
bumi Iskandar Muda yang meringkuk dibuai damai
Jangan
terlena, tanahku...
Tiada
keabadian di alam fana
Waspadai
percikan api yang bersiliweran di langitmu
Atau
bom waktu yang tersembunyi di pijakan kakimu.
Banda
Aceh, 15 Agustus 2006
SETAHUN DAMAI ACEHKU
Setahun
damai berlabuh
Nanggroe
Acehku mengusap peluh yang bertahun merengkuh
Gempita
damai ditabuh
Di
seluruh penjuru Nanggroe
Airmata
kering, mengembang senyum
Luka
hilang, sirna lara
Dendam
dikubur ke liang paling dalam
Hitam
masa lalu tertutup rapi
Menjadi
sejarah berarti
Setahun
damai diperingati
Rakyat
penjuru negeri berbondong ke Banda
Mengusung
asa
Memadati
Mesjid Raya dengan doa
Harapan
bertaburan di nanggroe damai
Dapat
bersawah dan berladang dengan aman
Tanpa
takut tembakan nyasar
Dapat
bersekolah dengan tenang tanpa takut ancaman
Dapat
berkantor tanpa cemas todongan
Dapat
merajut mimpi akan hari cerah esok pagi.
Damai
Selalu
Acehku
Banda
Aceh, 15 Agustus 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar