Wikipedia

Hasil penelusuran

Kamis, 15 Agustus 2013

Puisi 15 Agustus



KABAR DARI HELSINSKI
Genderang perang berhenti ditabuh di ujung barat Sumatera
Regukan kasih mengalir dari Helsinski
Hitam di atas putih!
Hitam di atas putih!
Tak peduli dengan tinta emas atau perak
Ayat-ayat damai ditulis.
Di atas lempengan emas atau tembaga
Ayat-ayat damai dilukis.

Perang berakhir
Akhirkan jua permusuhan
Musnahkan dendam yang kukuh bersemayam
Campakkan ke Selat malaka segala kebencian
Biarkan keganasan menjadi penghuni Samudra Hindia.

Dari Helsinski terkabar asa.
Hitam diatas putih
Rangkul kembali cinta
Dekap damai selamanya.

Rapai ditabuh
Songsong berlabuh sang damai
Hitam diatas putih di Helsinski
Dihembus angin ke penjuru Nanggroe
Alunannya lembut memukau.

Banda Aceh, 15 Agustus 2005



DAMAI BERSELIMUT KABUT

Aku melihatnya dari balik awan
Dilingkupi kabut tipis
Samar bendera damai dipancangkan
Sayup lagu damai didendangkan
Aneka poster di pinggir jalan
Bersatu dalam slogan “Damai Abadi”

Masih dari balik awan berselimut kabut
Kusaksikan mereka berangkulan
Memupus kebencian, mengubur dendam
Seiring senjata yang dimusnahkan
Seiring tentara yang dipulangkan.

Kini setahun usia damai itu.
Kusingkap kabut berpijak pada kenyataan
Duhai bumi Iskandar Muda yang meringkuk dibuai damai
Jangan terlena, tanahku...
Tiada keabadian di alam fana
Waspadai percikan api yang bersiliweran di langitmu
Atau bom waktu yang tersembunyi di pijakan kakimu.

Banda Aceh, 15 Agustus 2006


SETAHUN DAMAI ACEHKU
Setahun damai berlabuh
Nanggroe Acehku mengusap peluh yang bertahun merengkuh
Gempita damai ditabuh
Di seluruh penjuru Nanggroe
Airmata kering, mengembang senyum
Luka hilang, sirna lara
Dendam dikubur ke liang paling dalam
Hitam masa lalu tertutup rapi
Menjadi sejarah berarti

Setahun damai diperingati
Rakyat penjuru negeri berbondong ke Banda
Mengusung asa
Memadati Mesjid Raya dengan doa
Harapan bertaburan di nanggroe damai
Dapat bersawah dan berladang dengan aman
Tanpa takut tembakan nyasar
Dapat bersekolah dengan tenang tanpa takut ancaman
Dapat berkantor tanpa cemas todongan
Dapat merajut mimpi akan hari cerah esok pagi.
Damai
                Selalu
                                Acehku
                                                Banda Aceh, 15 Agustus 2006


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar