Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 13 Agustus 2013

Buku Rantau 1 Muara

Rantau 1 Muara (Negeri 5 Menara, #3)Rantau 1 Muara by Ahmad Fuadi
My rating: 5 of 5 stars

Keren, mengesankan, mengharukan. Tiga kombinasi kata yang tepat untuk menilai buku ini. Oya, satu lagi, melegakan. Entah pembaca lain sependapat atau tidak. Yang jelas saya merasa lega setelah membacanya. Bagaimana tidak lega. Kamu telah mengikuti perjalanan Alif sejak dia mulai menyemai mimpi. Ketika ia berhasil mewujudkan impiannya bukankah itu penutup yang sempurna?

Kisah dibuka dengan prolog pulangnya Alif dari Kanada. Kembali ke Bandung dan melanjutkan kuliah. Dia lulus kuliah ketika situasi tanah air sedang bergolak. Tahun 1998, Indonesia sedang dilanda prahara. Sangat sulit mencari lowongan pekerjaan. Alif terjepit, ia juga tidak bisa lagi mengandalkan tulisannya yang dimuat di media karena keterbatasan halaman. Hingga kemudian titik terang itu datang. Alif hijrah ke Jakarta, menjadi wartawan majalah Derap.

Di sanalah ia menjalani babak baru kehidupannya. Meliput berita dan laporan investigasi, mewawancarai tokoh-tokoh terkenal, tidur di mushalla kantor, dan bergaul akrab dengan rekan-rekan kantornya. Di sela-sela itu semua Alif berusaha dan belajar keras untuk mewujudkan mimpinya. Perjuangan dan ketekunan itu pun membuahkan hasil gemilang. Alif lulus beasiwa Fulbright dan terbang ke Amerika. Tidak lama kemudian ia menikahi Dinara, teman sekantornya. Mereka membangun hidup baru di negara impian Alif, membina hubungan dengan komonitas baru, dan akrab dengan perantau dari Indonesia, terutama Mas garuda.
Alif telah berada di pucuk impiannya.

Ia begitu menikmati menjadi bagian dari penduduk kelas menengah Amerika. Hingga terjadilah peristiwa 11 September. Mas Garuda yang sudah dianggapnya sebagai kakak ikut menjadi korban. Istrinya yang mulai jenuh hidup diperantauan mengajaknya pulang. Saatnya bagi mereka untuk melabuhkan hidup di pucuk impian baru. Memutuskan pulang sungguh ending yang menggugah. Alif bahkan menolak tawaran untuk bekerja di kantor berita ternama di Inggris.

Kisah di buku ini (juga dua buku sebelumnya) sangat menginspirasi. Negeri 5 menara adalah tonggak mimpi. Ranah 3 Warna merupakan perjalanan meraih mimpi. Sedangkan Rantau 1 Muara menceritakan keberhasilan perjuangan menuju pucuk impian. Akhir yang sempurna, apalagi alur ceritanya diinspirasi kisah nyata. Setelah membaca buku ini saya juga tergerak untuk menata ulang misi hidup. Percaya pada kekuatan mimpi dan pada ‘kemagisan’ tiga ‘mantra ajaib’ ini. “Man Jadda wa jada” (siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil), “Man shabara zhafira” (siapa yang bersabar akan beruntung) dan “Man saara ala darbi washala” (siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan).


View all my reviews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar